Entri Populer

Sabtu, 14 April 2012

Ayam / Telor

Melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum. Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barangsiapa yang bisa menjawab pertanyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan. Satu pundi penuh uang emas. Tetapi bila tidak bisa menjawab maka hukuman yang menjadi akibatnya.

Banyak rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama orang-orang miskin. Beberapa dari mereka sampai meneteskan air liur. Mengingat beratnya hukuman yang akan dijatuhkan maka tak mengherankan bila pesertanya hanya empat orang. Dan salah satu dari para peserta yang amat sedikit itu adalah Abu Nawas.

Aturan main sayembara itu ada dua. Pertama, jawaban harus masuk akal. Kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda sendiri.

Pada hari yang telah ditetapkan para peserta sudah siap di depan panggung. Baginda duduk di atas panggung. Beliau memanggil peserta pertama. Peserta pertama maju dengan tubuh gemetar. Baginda bertanya, "Manakah yang lebih dahulu, telur atau ayam?"

"Telur." jawab peserta pertama.

"Apa alasannya?" tanya Baginda.

"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur." kata peserta pertama menjelaskan.

"Kalau begitu siapa yang mengerami telur itu?" sanggah Baginda.

Peserta pertama pucat pasi. Wajahnya mendadak berubah putih seperti kertas. la tidak bisa menjawab. Tanpa ampun ia dimasukkan ke dalam penjara.

Kemudian peserta kedua maju. la berkata, "Paduka yang mulia, sebenarnya telur dan ayam tercipta dalam waktu yang bersamaan."

"Bagaimana bisa bersamaan?" tanya Baginda.

"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur. Bila teiur lebih dahulu itu juga tidak mungkin karena telur tidak bisa menetas tanpa dierami." kata peserta kedua dengan mantap.

"Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan?" sanggah Baginda memojokkan. Peserta kedua bjngung. la pun dijebloskan ke dalam penjara.

Lalu giliran peserta ketiga. la berkata; "Tuanku yang mulia, sebenarnya ayam tercipta lebih dahulu daripada telur."

"Sebutkan alasanmu." kata Baginda.

"Menurut hamba, yang pertama tercipta adalah ayam betina." kata peserta ketiga meyakinkan.

"Lalu bagaimana ayam betina bisa beranak-pinak seperti sekarang. Sedangkan ayam jantan tidak ada." kata Baginda memancing.

"Ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan. Telur dierami sendiri. Lalu menetas dan menurunkan anak ayam jantan. Kemudian menjadi ayam jantan dewasa dan mengawini induknya sendiri." peserta ketiga berusaha menjelaskan.

"Bagaimana bila ayam betina mati sebelum ayam jantan yang sudah dewasa sempat mengawininya?"

Peserta ketiga pun tidak bisa menjawab sanggahan Baginda. la pun dimasukkan ke penjara.

Kini tiba giliran Abu Nawas. la berkata, "Yang pasti adalah telur dulu, baru ayam."

"Coba terangkan secara logis." kata Baginda ingin tahu.

"Ayam bisa mengenal telur, sebaliknya telur tidak mengenal ayam." kata Abu Nawas singkat.

Agak lama Baginda Raja merenung. Kali ini Baginda tidak nyanggah alasan Abu Nawas.


kepimpinan dan kiamat
عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ قَالَ
لَتَبْتُ إِلَى جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ مَعَ غُلانِى
نَافِعٍ أَنْ أَخْبِرْنِى بِشَئٍ سَمِعْتَهُ
مِنْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
قَالَ فَلَتَبَ إِلَيَّ سَمِعْتُ رَسُولُ الله
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَومَ جُمُعَةٍ
عَشِيَّةَ رُجِمَ الاسْلَمِيُّ يَقُولُ
لايَزَالُ الدِّيْنُ قَائِمَا حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
اَوْيَكُونَ عَلَيْكُمُ اثْنَا عَشَرَ خَلِيْفَةً كُلُّهُمْ مِنْ
قُرَيْشٍ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ عُصَيْبَةٌ مِنَ المُسْلِمِينَ
يَفْتَتِحُوْنَ الْبَيْتَ الابْيَضَ بَيْتَ كِسْرَى
أَوْ آلِ كِسْرَى وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ اِذَا أَعْطَى
اللهُ أَحَدُكُمْ خَيْرًا فَلْيَبْدَا بِنَفْسِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ أَنَا الْفَرَطُ عَلَى الْحَوْضِ
Dari Amir bin Saad bin Waqash r.a. katanya :
"Saya menulis kepada Jabir bin Samurah bersama seorang
pemuda bernama Nafi, isinya : "Hendaklah engkau beritakan
kepadaku, sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah s.a.w.
Lalu dibalas surat itu, dengan menyebutkan :
"Saya mendengar Rasulullah s.aw. Lalu dibalasnya surat
itu , dengan menyebutkan : "Saya mendengar Rasulullah s.a.w.
bersabda di hari Jumaat waktu petang, ketika seorang dari suku
Aslam dirajam, kata beliau : "Sentiasa agama (Islam)berdiri
tegak sampai kiamat terjadi, atau memerintahi kamu dua belas
orang khalifah, semuanya daipada kaum Quraisy." Dan saya
mendengar beliau bersabda : "Sekumpulan kaum muslimin akan
menakluk Rumah Putih, Istana Kisra (Raja Parsi) atau keluarga
Kisra". Dan saya mendengar beliau bersabda : "Sesungguhnya
sebelum kiamat terjadi, ada beberapa pembohong besar,
maka waspadalah terhadap mereka,". Saya mendengar
beliau bersabda : "Apabila Allah mengurniakan kebaikan
(kekayaan) kepada salah seorang daripada kamu, maka
hendaklah dimulai mempergunakan untuk dirinya, dan keluarga
rumahtangganya". Saya dengar beliau bersabda : "Akulah orang
yang pertama  datang ketelaga (unuk mempersiapkan
minuman bagi orang-orang yang beriman di hari kiamat)."
Hadis sahih riwayat Muslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar