Entri Populer

Rabu, 14 Maret 2012

Lahir Kembali

cinta ada di hati

Setelah sekolah SR[sekolah Rakyat]  saat itu sambil belajar di pesantren kleteran asjhari memilih tuk keluar dari desa dan menimba ilmu di luar kota dan yg ia tuju adalah wates,di sana juga sambil belajar di pesantren,Semakin lama menjauh  bukan semakin saying malah semakin kurang di perhatikan kadang uang baut makan saja masih kekurangan karna orang tua jarang menengok ke pesantren.
Asjhari  harus tetap belajar dan mencari ilmu sebanyak mungkin walau badai selalu ada dia tetap semangat juga gigih demi tercapai apa yang ia cita citakan.
lucu nan tak berdosa
Perjalanan nan panjang serta lika liku kehidupan dia jalani dengan tabah dan sabar.Karir memang beda dengan kenyataan karna tiba tiba orang tua asjhari menyuruh dia untuk menikah dengan wanita pilihan orang tua,padahal saat itu asjhari sedang belajar di pesantren  API tegalrejo yang di asuh oleh KH CHUDLORI ,Namun apa daya karena itu sudah perintah dari orang tua dengan terpaksa dia harus jalani.Sitti sumariyati berasal dari jemblong banyusari itulah nama gadis itu.gadis desa yg lumayan berparas cantik.
Pernikahanpun di jalani tanpa di landasi kasih sayang ,Riskan memang bersanding atau beristrikan wanita yang tak di cintai, Begitupun yang di alami asjhari saat itu.Selesai acara pernikahan asjhari langsung pergi ke pesantren kembali,dia meninggalkan istri yang tak di cintai itu.
Usia pernikahan itu tak lama karna keduanya bertepuk sebelah tangan sehingga terjadilah perceraian itu.Setelah bercerai asjharipun kembali belajar di pesantren.
Kehidupan di pesantren memang mengutamakan kesederhanaan juga belajar keprihatinan.Kita di tuntut tuk lebih dewasa dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan. Semua itu itba’ dengan tingkah laku junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW.Rosul juga memberi tauladan tauladan kepada umat islam dengan segala kerendahan hati Beliau.
Tibalah musim kemarau,kebiasaan di pesantren sering kekurangan air makannya anak anak santri sering pergi ke Macanan salah satu kawasan yg masih berada di tegalrejo,jika kita berjalan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.Begitu juga di alami oleh asjhari dia sering pergi macanan.Karna seringnya sehingga suatu ketika dia berkenalan dengan salah satu penduduk di kampong itu.
Bp Mahfud  adalah salah seorang pemuka di desa macanan sehingga tak jarang asjhari sering pergi ke rumah bp mahfud sekedar ngobrol,karna keakrapan inilah asjhari di anggap anak oleh pak mahfud,dia pun bilang pada asjhari  suatu saat;
“Jika aku punya anak perempuan pastilah akan ku nikahkan denganmu,namun anak anak masi kecil kecil,Namun tak usah kuatir aku mempunyai banyak saudara perempuan”kata bp mahfud.
Tak lama dari ucapan itu asjhari di ajak bp mahfud pergi ke suatu tempat di daerah mungkid tepatnya di desa keprekan.Di kenalkanlah asjhari dengan salah saudara di daerah itu.NURKHAYATI nam gadis itu,gadis yang baru saja lulus SMP.Setelah bertemu dan berbicara dari hati ke hati maka tumbuhlah benih benih cinta di antara kedua insan itu.Melihat kecantikan dan keluguan gadis itu asjharipun menerima dan mau tuk melamar Nurkhayati.Tak lama lamaran pun di jalani.Saat itu asjhari berusia kira kira 26 tahun dari lahirnya taun 1950.Ketika menikah dengan Nurkhayati berkisar tahun 1975.
Tinggallah sepasang suami istri ini di desa ngleter pada saat itu asjhari bekerja sebagai petani biasa,sambil mencoba mencari kerjaan dia pun melamar di berbagai instasi negara karena dia bercita cita menjadi guru.
sekaligus ingin mengajar ngaji.
Kebahagian asjhari pun makin bertambah ketika mengatahui jika istri tercinta sedang hamil,walupun pekerjaan belum di dapat namun dengan janin yang ada di rahim sang istri bisa mengobati segalanya,karna anak adalah idaman bagi pasangan suami istri di manapun berada.
Nurkhayati pun menjaga kandungannya dengan hati hati maklum karna baru pertama kali hamil.Hari berganti minggu,minggu pun berganti bulan tak terasa 8 bulan sudah berlalu.Hanya tinggal menunggu saatnya tiba.
Tepatnya haru minggu legi tanggal 3 OKTOBER 1976 lahirlah jabang bayi nan mungil,Seorang bayi laki laki.
Betapa bahagianya asjhari melihat bayi itu,Seluruh keluarga pun bersyukur karna semuanya sehat sehat saja.Keduanya bersyukur pada ALLAH karna telah di karuniai seorang bayi laki laki.

 Do not be ordinary, to be successful you must be special and have more value. You need to achieve my goals is a strong desire that will bring you a hard worker.
bersambung..........

Senin, 12 Maret 2012

Pahlawan Tanpa Nama

Perih

Setelah penjajah meninggalkan mereka maka keluarlah seluruh warga melihat ketiga jasad yang telah terbujur kaku dan bersimbah darah, isak tangis terdengar menyayat hati seluruh warga di rundung duka atas meninggalnya pahlawan tanpa nama ini, belum lagi anak istri saudara mereka yang di tinggalkan.
Kabut hitam menyelimuti desa ngleter tak terkecuali asyiah istri Nachrowi yang baru hamil 4 bulan hanya air mata pengganti kesedihan, Seolah tiada percaya jika suami yang baru saja menikah 4 bulan yang lalu sudah pergi selama lamanya. Beban sekarang semakin bertambah di dalam rahimnya sudah ada janin bayi yang menjadi tanggung jawabnya,inilah titipan ILLAHI yang harus di jaga hingga akhir hayatnya. Oleh karna itu asyiah tetap tabah dan tak berlarut larut dalam kesedihan yg berkepanjangan. Harus kuat dan menerima kenyataan yang ada.
Hari berganti bulan tanpa sadar usia kandungan sudah menginjak 7 bulan,cobaanpun datang melihat asyiah janda dan dia hanyalah menantu di keluarga Nachrowi, dari keluarga nachrowi pun berencana tuk menyingkirkan asyiah dari desa ngleter tuk kembali ke rumah orang tua asyiah di desa citrosono,beberapa upaya tuk menyingkirkan asyiah baik secara halus maupun keras. Salah satunya seluruh perabotan rumah peninggalan almarhum Nachrowipun di ambil,termasuk kursi ,meja sampai ke kitab2 kuning juga di ambil oleh saudara saudaranya Nachrowi.
Namun Asyiah tetap tak bergeming ataupun takut dengan segala ancaman, Dia tetap mempertahankan jabang bayi yang suatu saat lahir dan yang akan mewarisi semua itu.
Tibalah waktu yang dinanti datang, Kira kira taun 1950 Lahirlah sang jabang bayi yang mungil nan lucu.  Bayi laki laki yang sudah tak berayah/yatim ini di beri nama ASJHARI. Anak yatim di didik oleh ibu asyiah dengan kasih saying agar suatu saat menjadi anak yang sholeh berguna bagi nusa dan bangsa juga agama.
Ketika usia Asjhari sudah menginjak anak anak ibu asyiah punya inisiatif tuk menikah kembali karna di samping masih muda Asjhari kecil juga membutuhkan kasih sayang seorang ayah.
Pucuk di cinta ulampun tiba karna tiba tiba ada seorang pemuda melamar ibu asyiah,pemuda itu bernama MUH TOHA dari desa wiyono grabag, Pernikahanpun di laksanakan secara sederhana mengingat Ibu asyiah hanyalah seorang janda beranak satu.Setelah pernikahan di laksanakan Toha pun tinggal di desa ngleter.Maka asjhari kini memiliki ayah tiri,sebagai anak tiri memang perlakuan agak berbeda dengan anak kandung apalagi setelah genap satu tahun lahirlah anak dari hasil pernikahan Toha dgn asyiah ISTITOQIYAH itulah nama anak perempuan yg baru lahir taun 1959 itu.Dari sinilah kasih sayang orang tua asjhari mulai berkurang mereka lebih memperhatikan IS dari pada asjhari.karna posisi dia berada di pondok dia pun tak pengaruh dengan kelahiran itu dia terus menuntut ilmu demi meraih apa yang ia cita citakan.

Ku Coba Bertahan di pijakan yang telah rapuh ini
Dengan segala pedih yang tersimpan di hati
Mencari sebuah pengakuan
Yang tak kunjung aku dapatkan…

Dalam hati selalu bertanya…
Adakah artinya aku bartahan di sini
SEmentara Kaki dan hati sudah tak mampu lagi
Menopang perih yang semakin menjadi

Jika ada pilihan untukku….
Ingin aku lari dan menjauh…
Menjauhi semua orang yang Cuma cari pengakuan….
Menjauhi semua beban yang selama ini tersimpan.

Ya Allah….
Jika memang aku harus bertahan….
Berikan aku sedikit kekuatan
Agar kaki dan hati yang lelah ini
Mampu untuk menopang diri…dan mampu bertahan di sini….

Tiada waktu lama Ibu asyiah pun hamil untuk ke 3 kalinya dari bp Toha maka setelah 9 bulan lahirlah bayi perempuan lagi dengan nama NURKHAYATI
Inilah semua anak anak ibu asyiah dari Asjhari pertama ke dua Isti tokhiyah dan ke tiga atau bungsu yaitu nurkhayati.
Bersambung

Sabtu, 10 Maret 2012

Sungai KALI AJI

Sungai KALI AJI


Sunyi dan sepi terletak berada di kaki gunung Telomoyo tepatnya di desa ngleter Tlogorejo Grabag magelang sepasang suami istri dari keluarga yang tak mampu.Nachrowi beristrikan asyiah bin Imam muchtar,mereka hanyalah bekerja sebagai petani dan buruh,pernikahan mereka baru berusia 3 bulan.
Namun suasana saat itu memang rawan dengan adanya penjajahan yg masih sering terjadi keributan kecil.Walau indonesia sudah merdeka saat itu,tapi masi sering terjadi kerusuhan di mana mana,tak terkecuali di desa ngleter,sering terjadi pertempuran antara penduduk desa dengan pasukan jepang yang saat itu menguasai transisi,juga banyaknya penculikan dari pembrontakan PKI,para kyai dan orang terkemuka di culik.
Saat itu para penduduk desa ngleter bergotong royong membuat parit buat irigasi untuk pengairan sawah sawah mereka,bertepatan dengan pemberontak yang juga sedang membuat parit. Secara tak sengaja kedua parit ini bertemu sehingga terjadilah sabotase antar keduanya dan terjadi pertikaian antara penduduk pribumi dan penjajah,Mereka saling berebut tempat karena sama pentingnya,bagi penduduk jika tak di buat parit maka pengairan di sawah mereka tak ada air secara otomatis tanaman padi tak bisa tumbuh bagus,sedangkan dari penjajah merasa sebagai pertahanan jika ada serangan mendadak dari penduduk.
Puncaknya para penjajah saat itu geram dan marah pada warga desa ngleter,sehingga mengeluarkan sebuah Ultimatum yang isinya membuat takut seluruh penduduk desa.Isi ulitimatum yaitu:
“Warga tidak boleh meneruskan pembuatan parit dan harus ada perwakilan warga yang datang untuk mendatangi perjanjian ini,jika tak ada yang tanda tangan maka seluruh rumah yang ada di desa ngleter akan di bakar”
Itulah isi ultimatum itu yang membuat warga takut dan resah mereka tak berani keluar juga melawan di samping persenjataan yang kalah canggih saat itu juga kalah banyak, ada beberapa kompi yang sudah mengepung seluruh wilayah desa.Beberapa kali tembakan peringatan di lakukan.Selang tak begitu lama keluarlah 3 orang mewakili dari warga, Tiga orang tersebut diantaranya Nachrowi yang baru menikah 4 bulan. Ketiganya termasuk pentolan di desa ngleter mereka sedikit mempunyai ilmu kanuragan juga kesaktian.
Ketika sampai di depan para penjajah ketiga orang ini langsung di kepung juga di todong senjata ketiga orang tersebut menjadi bulan bulanan para penjajah satu pertanyaan pukulan pun datang.sodokan senjata pukulan tangan hingga tendangan kaki mengenai tubuh mereka,tapi tiada satupun pertanyaan mereka jawab apalagi tanda tangan.
Anehnya dari beberapa pukulan yang bersarang di tubuh mereka tak sedikitpun mereka terluka,  Semakin marahlah para penjajah itu ketika melihat ketiga orang tersebut tak merasakan siksaan yg sudah sekian lama berlangsung,sehingga salah satu dari mereka berkata:
“Orang orang ini pastinya mempunyai kesaktian karna sudah di pukul meraka tak mempan selagi   kesaktiannya masi ada maka kita sia sia memukul mereka”
“Terus gimana caranya” kata penjajah yang lain.
“Kita harus paksa mereka tuk membuang kesaktian itu kalau tidak mau maka bumi hanguskan saja desa ini” kata penjajah.
Maka ketua penjajah itu pun menyuruh ke tiga oran tersebut tuk membuang/menghilangkan kesaktiannya, jika tidak maka seluruh desa akan di bakar.
Di sela sela pagar rumah seluruh warga menginntai dan mendengarkan apa yang di lakukan penjajah itu.  Sambil jantung mereka berdetak keras ada juga ada yg iba sehingga menangis tak tega melihat penyiksaan yang berlangsung.
Setelah sekian lama akhirnya ketiga orang itu pun membuang kesaktian mereka ke sungai dekat desa ngleter sehingga sampai saat ini sungai ini di namai KALI AJI, dalam bahasa jawa KALI berarti sungai sedangkan AJI di artikan aji aji/kesaktian, jadi kali aji adalah sungai yang ada aji ajinya/kesaktiannya.
Begitu selesai membuang kesaktiannya maka penjajah pun langsung memukul mereka
PLAAAK…salah satu penjajah memukul memakai senjata laras panjang ke salah satu wajah ketiga orang tersebut,mengalirlah darah segar dari mulut orang itu,penjajah pun tertawa puas.Melihat salah satu diantara mereka mengeluarkan darah maka mereka pun beramai ramai memberikan pukulan tendangan kepada ketiga orang tersebut.tak ayal lagi mereka bertiga pun bermandikan darah.
Setelah puas mereka menyiksa ke tiga orang, terakhir ketua penjajah itupun mengambil senapan dan menembak mereka pada bagian mulut sehingga mati.Puas dengan perilaku biadab tadi penjajahpun meninggalkan jasad mereka begitu saja.
Begitulah kekejaman koloni saat itu kadang kita yang sudah merdeka sering tak memikirkan perjuangan dan pengoranan para pendahulu kita.Dan tak bisa mengambil iktibar dari para pejuang,kita hanya sering memikirkan ego masing masing seolah kita berada dalam hutan rimba,siapa yang lebih berkuasa dia yang menang dan siapa yang mempunyai uang yang banyak maka dia seolah menguasai segalanya.
Hidup kita bukan di hutan rimba kita berada dalam masyarakat yang senantiasa saling membutuhkan antara satu dgn lainnya. Dan lebih di ingat lagi suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini tuk selama lamanya.
 pinang mudah gampang di belah
anak burung mati di ranggah
dari mudah sampai ke tuah
ajarin baik jangan di ubah

bunga binasa di atas kubur
puncuk sari pandan jawa
apa guna sifat takabur
rusak hati rusak jiwa
asam kadis asam gelugur
ketiga asam siriang riang
menangis mayat di dalam kubur
teringat tidak pernah sembayang
anak ayam jumlahnya sepuluh
mati satu tinggal sembilan
bangun pagi sembayang subuh
minta ampun kepada tuhan

Bersambung ke========= Pahlawan tanpa Nama ==============

Selasa, 06 Maret 2012

Catatanku ke BAITULLAH 4

arafah sore hari




bersama petugas maktab di mina

Setelah sekian lama waktu dinanti, tibalah saat yang di tunggu tunggu oleh seluruh umat sedunia, bulan dzul hijjah di mulai tanggal 5 seluruh alat transportasi di sekitar mekah sudah mulai tak beroperasi, bisa di katakan hari tenang untuk kota mekah yang sedang mengadakan hajatan taunan.

Maka dari itu setiap jama'ah jika ingin pergi ke masjiddilharam bersiap tuk jalan kaki. Termasuk saya saat itu,karna tempat kami di mahbah jin ketika mau ke masjid harus melewati terowongan yang panjangnya kira kira 2.5 km, di samping terowongan yang lumayan panjang anginnya juga amat kencang masih di tambah suara blower di atas terowongan yang sedikit membikin telinga kita bising, namun semua itu tak menghalangi bagi jama'ah untuk tetap pergi ke masjid.
Dalam persiapan kami memang agak berbeda dengan jama'ah indonesia yang lain, karna 3 romb dari kloter 6 sepakat untuk menjalankan sunah rosul yaitu TARWIYAH.
Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan dari bulan Dzulhijjah. Disebut demikian karena pada hari itu orang-orang mengenyangkan diri dengan minum air untuk (persiapan ibadah) selanjutnya.Dari itulah kami berangkat lebih awal dari pada jama'ah lainnya.Di awal inilah kami sudah di uji kesabarannya karna di sisi lain ada sebagian romb yang tak menyetujui dengan adanya keberangkatan kami tuk menjalani TARWIYAH.
Setelah melewati beberapa berdebatan dan tahapan kami akhirnya bersikukuh tuk menjalani tarwiyah dengan segala resiko kami siap tuk hadapi.
Kenapa beresiko karena dalam tarwiyah ini ada beberapa hal yang harus di persiapkan:
1. Disunnahkan bagi orang yang menunaikan haji tamattu’ untuk melakukan ihram haji pada hari tersebut, yakni dari tempat di mana ia singgah. Maka, hendaknya ia mandi dan mengusapkan wewangian di tubuhnya, tidak mengenakan kain yang berjahit, dan ia ihram dengan selendang, kain dan sandal.
Adapun bagi wanita, maka hendaknya ia mandi dan menggunakan pakaian apa saja yang dikehendakinya dengan syarat tidak menampakkan perhiasannya, tidak memakai penutup muka, juga tidak memakai kaos tangan.
2. Selanjutnya Anda mengucapkan: لَبَّيك حجًًّا (Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah haji). Jika ditakutkan ada halangan maka disunnahkan memberi syarat dengan mengucapkan: فإِ نْ حَبَسَنِِي حَا بِسٌ فَمَحَلّي حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ
“Jika aku terhalang oleh suatu halangan maka tempat (tahallul)ku adalah di mana Engkau menahanku.”
Selanjutnya mengucapkanlah talbiyah: لَبََّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،لَبَّيْكَ لاَ شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ والْمُلكَ، لاَشَرِيْكَ لَكَ
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Demikianlah, terus mengumandangkan talbiyah dengan mengeraskan suara, sampai melempar jumrah aqabah pada hari Nahar (kurban).
3. Pada malam ini disunnahkan bermalam di Mina.
4. Dan di Mina, disunnahkan menunaikan shalat Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh pada hari Arafah, semuanya dilakukan dengan qashar, tanpa jama’.
Setiap haji hendaknya memanfaatkan waktu-waktu luangnya untuk sesuatu yang bermanfaat. Seperti mendengarkan ceramah agama, membaca Al-Qur’an, membaca buku tentang manasik haji dan lain-lain.
Ada beberapa kendala khususnya bagi usia lanjut karna suasana yang kurang bersahabat, di sebabkan di tenda sekitar mina angin begitu kencang belum dinginnya malam di mina di sinilah yang kami maksud beresiko.
Di mina kami menginap suasana lumayan sepi dan kami lebih leluasa menempati tenda di sebabkan seluruh jama'ah bersiap menuju ke arafah.Dari maktab sendiri memang sudah mempersiapkan sebaik mungkin baik dari sarana transportasi maupun konsumsi.Tika itu kami di sediakan pop mie juga beberapa buah buahan serta minuman yang pastinya tidak kelaparan justru sebaliknya.
Sore berganti malam suasana hening tenggelamkan kami dalam tunduk dan khidmah kami dalam berdoa memohon pada yang kuasa hingga tak terasa hempaskan kami ke dalam mimpi.
Mentari bersinar terangi pagi hari, awan begitu cerah secerah harapan kami untuk menyambut hari yang bersejarah bagi seluruh umat islam di dunia,Hari yang di nanti pun tlah tiba.
Nabi bersabda "HAJI adalah ARAFAH" sebab di hari arafah inilah puncak segala kegiatan haji,berbondong bondong jutaan umat islam yang berada di mekah menuju ke arafah guna tunaikan WUKUF di arafah,walaupun ada orang yg sakit parahpun tetap harus di bawa ke arafah.
Setelah kami menunaikan sholat shubuh di mina kami bersiap menanti datangnya bus penjemput tuk menuju ke arafah,tak lama bus pun tiba dan membawa kami ke tempat wukuf.
Tiba di arafah keadaan sudah sangatlah padat kami tiba jam 6.30 waktu setempat.Di tenda yang sederhana kami di tampung,setiap beberapa tenda sudah di sediakan segala persiapan persiapan jama'ah seperti tempat wudhu, juga buang air besar. Masalah konsumsi kita juga tidak usah kuatir karna dari pemerintah sudah menyediakan makan pagi siang dan sore berupa prasmanan, tuk menunjang kesehatan di tambah juga buah buahan segar seperti apple,jeruk juga pisang.Tak ketinggalan minuman dari teh susu,susu,sampai air putih .
Kegiatan setelah makan pagi jama'ah di sarankan tuk istirihat tuk mempersiapkan wukuf setelah ba'dha dhuhur,Di arafah baiknya lebih banyak berdoa,dzikir,membaca alquran dan gunakan waktu semaksimal mungkin tuk melakukan ibadah dan mendekatkan diri pada ALLAH SWT.
Setelah datang waktu dhuhur jama'ah melakukan khutbah arafah adzan 2 kali satu iqomah dan melaksanakan sholat jama' qoshor dhuhur dan asar dan di teruskan berdoa secara individu.
Momen ini tidak saya sia sia kan juga tuk melakukan ibadah berdoa,saya mencari tempat yang sepi,lebih baiknya kita doa langsung tertuju pada langit alias keluar dari tenda,walaupun panas tapi saat itu saya lakukan.

Nabi SAW bersabda, “Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari (siksa) Neraka selain hari Arafah. Dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman, ‘Apa yang mereka kehendaki?” (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda, “Yang paling utama aku ucapkan, juga yang diucapkan oleh para nabi pada sore hari Arafah adalah, ‘Tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Malik dan lainnya)


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]
Terjemah hadits:
Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.

IMAM GHOZALI berguru


Siapa yang tidak tahu nama Imam Ghazali? Dialah ulama yang namanya begitu masyhur di dunia Islam yang bergelar hujjatul Islam. Dalam khazanah Islam, dia mencatatkan namanya sebagai salah satu tokoh yang banyak berjasa bagi kejayaan Islam.
Modal terpenting seseorang menuntut ilmu adalah ikhlas dan mengamalkan apa kata sang guru. Insya Allah, ilmu yang diperoleh akan berkah dan bermanfaat. Inilah yang dilakukan Al-Ghazali saat berguru kepada tukang sol sepatu.
Banyak karyanya yang menjadi rujukan umat Islam dunia. Karyanya itu meliputi berbagai bidang ilmu, seperti: fiqih, filsafat maupun tasawuf. Beberapa bukunya yang paling terkenal adalah Tahafutul al-Falasifah dan Ihya’ Ulumuddin.
Padahal, awalnya, Imam Ghazali hanyalah ulama biasa, yaitu imam masjid di kampungnya. Ia sangat rajin menjadi imam shalat berjamaah lima waktu bersama dengan masyarakat di sekitarnya. Tapi, anehnya, kakaknya sendiri yang bernama Ahmad, tidak pernah mau ikut berjamaah dengannya. Bahkan sang kakak bersikap acuh tak acuh kepadanya. Inilah yang membuat hati Imam Ghazali merasa jengkel kepada kakaknya. Sebab jamaah lain sepertinya tidak ada masalah dengan dirinya, tetapi justru kakaknya sendiri tidak mau berjamaah dengannya.
Ghazali geregetan. Ada apa sebenarnya dengan sang kakak atau ada sesuatu dalam diri Ghazali yang tidak berkenan padanya. Karena sikap sang kakak tetap acuh, akhirnya Ghazali memberanikan diri mengadukan kepada ibunya agar sang ibu mau menasehatinya.
Lantas sang ibu pun menasehati Ahmad, agar dia mau berjamaah di masjid bersama jamaah lainnya. Tidak enak jika menolak permintaan sang ibu, akhirnya dengan terpaksa, sang kakak mau berjamaah di masjid.

Berlumur Darah

Ghazali merasa bahagia. Ia tersenyum saat melihat sang kakak hendak turut shalat berjamaah. “Rupanya, nasehat ibu cukup manjur yah,” pikirnya.
Shalat jamaah dimulai, dan seperti biasa Ghazali menjadi imamnya. Namun di tengah shalat, tiba-tiba, kakaknya melihat ada sesuatu yang aneh. Dilihatnya baju yang dikenakan Ghazali penuh dengan lumuran darah. Karena itulah ia segera memisahkan diri (mufaraqah). Dia tidak mau shalat berjamaah bersama yang lain.
Mengetahui sikap kakaknya yang nyeleneh ini, hati Ghazali bingung bercampur jengkel. Dia tidak mengerti mengapa kakaknya betul-betul tidak mau shalat berjamaah dengannya. Dengan hati yang masih panas, Ghazali, akhirnya, memberanikan diri untuk menegurnya.
“Mengapa kakak begitu acuh terhadap kepemimpinanku menjadi imam shalat berjamaah?”
Tanpa diduga-duga, kakaknya malah melontarkan jawaban yang membuat Ghazali berpikir, “Bagaimana aku harus berjamaah dengan seorang imam yang berlumuran darah?”
Ghazali terdiam sejenak. Ia seolah dipukul telak oleh jawaban kakaknya. Bagaimana kakaknya bisa mengatakan seperti itu? Bagaimana ia bisa mengetahui masalah yang kini memang masih mengganjal di dalam hati Ghazali?
Ghazali terkejut bukan main. Ia menyadari bahwa dirinya memang kurang khusyuk dalam shalatnya karena memikirkan masalah yang ditanyakan seseorang kepadanya, yakni masalah darah wanita (menstruasi). Karena masalah tersebut belum ditemukan jawabannya, maka pikiran Ghazali menjadi kalut hingga mengakibatkan shalatnya tidak khusyuk.
Kini, disadari oleh Ghazali, ternyata kakaknya bukan orang sembarangan. Kakaknya seperti bisa membaca apa yang ada dalam pikirannya. Maka dengan rasa hormat, dia pun bertanya, “Wahai kakak, darimana kakak memperoleh ilmu yang tinggi seperti ini?”
“Ketahuilah, wahai adikku, aku belajar dari seorang guru yang pekerjaannya sehari-hari menjadi tukang sol sepatu,” jawab sang kakak.
Ghazali penasaran dengan jawaban sang kakak. Tak ingin membuang waktu lagi, ia ingin segera berguru kepada orang yang diceritakan oleh kakaknya itu.
“Kalau begitu, tolonglah kiranya kakak sudi menunjukkan aku kepada guru tersebut,” pinta Imam Ghazali.
Sang kakak pun akhirnya berkenan mengantarkan Ghazali menemui orang yang dimaksud. Setelah dipertemukan, Imam Ghazali pun menyatakan keinginannya untuk menimba ilmu dari orang tersebut. Tapi waktu itu, sang guru --yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu-- malah balik berkata kepada Imam Ghazali, “Pikirkanlah terlebih dulu. Jangan-jangan engkau nanti tidak akan mampu melaksanakan perintahku!”
“Insya Allah, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk selalu mengikuti apa pun yang guru kehendaki,” jawab Imam Ghazali serius.
“Sebelumnya maaf, hari ini kebetulan istri dan anak-anakku sedang tidak ikut di tempat kerjaku ini, sehingga halaman ini sangat kotor sekali. Karena itu, sebelum aku mengajarkan ilmu kepadamu, kalau engkau tidak keberatan, tolonglah kau bersihkan lebih dulu halaman tempat kerjaku ini agar enak dipandang mata,” demikian kata sang guru.
Secepat kilat, Imam Ghazali pun mencari sapu untuk melaksanakan perintah sang guru. Tapi setelah sekian lama mencari, dia tidak menemukan sesuatu alat yang bisa digunakan untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di halaman tersebut. Ia mencari-cari cangkul juga tidak ada. Padahal sampah yang ada di halaman itu, bukan hanya dedaunan saja, tapi ada pula seonggok kotoran binatang.
Dengan sopan, Imam Ghazali lalu bertanya, “Apakah kiranya di sini ada sapu atau cangkul, wahai guru?”
“Maaf,” jawab guru itu, “karena tempat kerjaku ini sangat sempit, aku tidak pernah membawa alat-alat lain selain peralatan untuk memperbaiki sepatu.”

Menyingkirkan Kotoran dengan Tangan

Mendengar jawaban gurunya seperti itu, Imam Ghazali merenung sejenak. Dengan cara apa ia akan membersihkan sampah dan kotoran itu, sementara tidak ada satu alat pun yang bisa digunakan. Ia kemudian melihat kedua tangannya. Kali ini ia tersenyum sebagai tanda bahwa dirinya sudah menemukan jawabannya.
Tidak berapa lama kemudian, ia menyingsingkan lengan bajunya dan membersihkan sampah itu dengan tangan. Kendati bau kotoran tersebut sangat menyengat hidung, akhirnya, sedikit demi sedikit ia dapat menyingkirkan kotoran tersebut jauh-jauh dengan tangannya. Meskipun demikian, hati Imam Ghazali sangat gembira karena telah memenuhi keinginan gurunya.
Usai Imam Ghazali membersihkan halaman itu, dia kemudian mendekati gurunya. Dalam hatinya, sebentar lagi akan segera belajar kepada sang guru. Tapi anehnya, setelah menunggu cukup lama, sang guru malah menyuruhnya pulang.
“Nah, sekarang, pulanglah engkau!” perintah gurunya.
Imam Ghazali tak menyangka sama sekali. Dia menyangka hari itu akan mendapatkan bimbingan untuk mempelajari sesuatu, namun apa yang diperkirakan ini meleset. Karena itu, ia pun segera berpikir, mungkin saja hari itu sang guru sudah lelah karena bekeja seharian, sehingga beliau mengajarkan ilmu kepadanya akan diberikan pada kesempatan lain.
Dengan terpaksa, Imam Ghazali pun pulang tanpa memperoleh pelajaran sedikit pun dari sang guru. Akan tetapi, setelah sampai di rumah, Imam Ghazali merasakan bahwa dalam hatinya ada sebuah pergolakan, sehingga menimbulkan perubahan besar. Beliau merasakan adanya sesuatu yang aneh dalam dirinya, yaitu ada suatu ilmu yang biasanya sering disebut-sebut orang sebagai ilmu ladunni. Yaitu ilmu yang diberikan oleh Allah swt tanpa melalui belajar sebagaimana lazimnya.
Barangkali inilah berkah dari seorang guru yang mukhlish [ikhlas] dan diterima oleh seorang murid yang mukhlish pula, sehingga beliau pun kelak dikenal sebagai orang berilmu dan berpengetahuan sangat luas dan layak disebut sebagai hujjatul Islam.
Tentu, kita tidak tahu bagaimana caranya Allah menghujamkan ilmu-Nya kepada seseorang yang dicintai-Nya. Pengalaman Ghazali menyatakan bahwa modal terpenting seseorang menuntut ilmu adalah ikhlas dan mengamalkan apa kata sang guru. Insya Allah, ilmu yang diperoleh akan berkah dan bermanfaat.

Senin, 05 Maret 2012

Catatanku ke BAITULLAH 3

selesai umroh
baca alquran
Hari hari setelah melakukan thowaf qudum biasanya di isi dengan memperbanyak berjama'ah di masjidilharam, membaca alquran,berdikir,ziarah,mengunjungi tempat tempat bersejarah atau mungkin sekedar berbelanja.
Semua itu terserah pada masing masing individu.
Bagi saya waktu adalah mahal karna itu saya gunakan semaksimal mungkin tuk menjalani ibadah sekuat mungkin tiada waktu tuk sekedar santai,selain kesibukan beribadah juga saya gunakan tuk berziarah ketempat tempat yang juga mustajab tuk berdoa,
Berikut catatanku yang saya ingat selain yang sudah saya tab dalam daftar blog saya di sini saya berbagi pengalaman dengan anda semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi tolak ukur perjalanan anda jika sampai ke mekkah,bukan saya sombong atau pamer tapi bisa buat bahan referensi anda jika haji atau umroh karna segala perbuatan kita ibadah kita yang bisa menilai di terima atau tidaknya hanyalah ALLAH SWT,kita hanya bisa berusaha.
Bangun pagi jam 3 biasanya saya langsung mandi tak lama saya berangkat ke masjidilharam tidak butuh waktu lama karna sudah ada bus yang selalu stand by dari maktab ke masjid,tiba di masjid biasanya saya lebih menyukai di lantai ke dua,di samping tak begitu berdesak desakkan juga lebih tenang tuk berdoa maupun membaca alqur an belum lagi kita bisa melihat ka'bah lebih leluasa.
Adzan berkumandang dengan merdu tepat pukul 4.30 waktu mekah dan sholat di lakukan tepat jam 5 pagi,selesai sholat subuh saya langsung pulang biasa sarapan pagi plus mencuci pakean sambil siap berangkat  beraktivitas,jika tiada acara dalam romb, saya gunakan tuk berumroh berangkat jam 7 seringnya saya cari taxsi sendiri jika tak ada yg ikut.
Jika ambil mikot dari TAN'IM cuma 10 real sudah termasuk pulang pergi.Namu jika ambil miqot dari JI'RONAH kita bisa mengeluarkan uang 15 real dan jika dari HUDAIBIYAH lumayan mahal sekitar 30 real.
setelah dari miqot kita langsung menuju ke masjidilharam thowaf sai dan tahalul jika semua itu berjalan lancar paling jam 10 sudah selesai semua.Kemudian saya pulang ke maktab dahulu,selain mandi dan makan juga bersiap siap tuk berangkat lagi ke masjid dengan suasana lebih fres punya semangat lagi.
Tiba waktu sholat dhuhur pukul 12 siang jarang saya pulang ke maktab hingga sholat isya,kegiatan di masjid setelah dhuhur baca alquran,dzikir dan juga di samping baca manaqib di tambah DALAIL KHOIROT,setelah sholat isya' sebelum pulang kusempatkan tuk memandang ka'bah,karna dengan kita memandang ka'bah sudah ada pahala sendiri,menurut sebuah hadist memandang ka,bah mendapat pahala lebih besar pahalanya lagi kita bertowaf dan lebih baik pahalanya lagi adalah berumroh.
Itulah kegiatan saya sehari hari sebelum waktunya haji tiba,sampai di maktab jam 9 malam sebelum tidur makan malam barulah tidur tuk menjelang hari esok.
Selain rutinitas di atas juga melakukan beberapa ziarah juga wisata religi seperti di goa hiro' ,goa tsur,musium ka,bah,tempat pembuatan kiswah, peternakan unta, pasar hewan dan juga banyak lagi yang lainnya.
Masih di tambah survai ke tempat tempat pelaksaaan haji seperti arafah musdalifah,mina dan juga pelemaran jumrah
 عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.[رواه الترمذي ومسلم ]Terjemah hadits / ترجمة الحديث :Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap.Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam,  merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “
Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal .
bersambung.....ke catatan berikutnya

Sabtu, 03 Maret 2012

Catatanku ke BAITULLAH 2

masjidilharam lantai 2

tempat SAI
Perjalanan dari madinah tidak membutuhkan waktu lama, selagi kami masih dalam berpakain ihram maka larangan larangan ihram harus selalu di jaga dan di taati.Di waktu inilah banyak terjadi cobaan juga kesalahan para jama'ah sering terjadi semisal bagi kaum pria kain ihrom menutupi rambut kepala buat tidur mencabut bulu rambut atau lainnya.
Bagi wanita ketika sampai di maktab atau pemondokan tanpa sadar melepas  kerudung atau kaos kaki walau itu di depan sesama muhrim,di samping karna letih mereka tanpa sadar melakukan kesalahan kesalahan masih di tambah kesibukan mereka mencari kamar serta mengemas koper atau tas setelah turun dari bus padahal kita masih dalam keadaan berihram belum lagi menjaga kata kata kita yg tak sepantasnya kita ucapkan seperti kata kata yg kotor.
Jika kita melanggar aturan berihram pastinya kita kena DAM, yg harus kita bayar ini hanyalah kesadaran kita juga apa kita bisa jujur tuk mengakui kesalahan yang kita buat andaipun tidak kita kembalikan pada diri kita masing masing. Biasanya bukan kata dam tapi sekedar tuk menebus kesalahan kita dengan membayar fidyah kira sebesar 10 real menurut kebiasaan di tanah arab.
Ketika itu banyak  sekali jamaah yg melakukan pelanggaran ihram dalam romb kami, Meraka menitipkan uang itu pada saya tuk menasarufkan uang itu. Dalam aturan kitab memang harus di berikan makanan buat fakir miskin di sekitar,tapi tidak harus demikian bisa juga di berikan pada para pengemis di jalan atau di belikan makanan buat para teman jama,ah pun bisa.
Waktu itu saya belikan kurma,kembang gula dan juga coklat dan saya bagikan di masjid, di jalan jalan bahkan juga di bus.
Setelah sampai di maktab kami pun bersiap siap tuk ke Masjidilharam guna melakukan thawaf qudum atau thawaf kedatangan dan ini hukumnya wajib bagi semua jama,ah.Perjalanan dari maktab kami alhamdulillah tidak begitu jauh karna kami berada di MAHBAH JIN [penjara jin] dulunya, jika kita berjalan hanya membutuhkan waktu 30 menit,lebih untungnya kami di sediakan BUS SAPTCO tuk pulang pergi itupun free alias gratis jadi kita tak perlu repot repot tuk berjalan,sampai juga kami di MAKKATULMUKARROMAH/BAITULLAH ya di mana semua umat islam di seluruh dunia memimpikan tuk berziarah atau haji di tempat yang mulia ini.

Menangis itulah kebiasaan di sana siapapun akan mengalami hal itu,tanpa terasa akupun alami sambil bersujud sukur, air mata pun menetes tanpa kusadari, betapa rendahnya diri ini di hadapan MU, ku ingat segala dosa dosa yg ku jalani, lama ku bersujud seolah dengan sujudku masih juga belum cukup tuk menebus semua kesalahanku,merasa belum cukup hanya tetesan air mata yg bisa gantikan segala fikiran yg ada.
Masuk dari BABUSSALAM kami menerobos barisan jama'ah yg sedang khidmat berdoa,takjub akan kebesaran ILLAHI belum heran rasa takjub melihat arsitek dan padatnya jama'ah kami harus berdesakan tuk masuk, pada saat itu pandanganku tertuju pada KA'BAH,karna saya sebelumnya hanya bisa mendengar cerita atau liat di gambar maupun melihat di televisi walau masi seperti bermimpi yg menjadi impian seluruh umat islam di dunia ini tuk bisa menjalani haji,namun saat ini saya berada tepat depan Ka'bah tuk melaksanakan rukun islam yg ke lima semoga lancar ucapku saat itu.
Kami turun ke halaman di awali dari garis  atau lampu hijau sebagai batas melakukan thowaf selama 7 kali putaran setelah selesai melakukan thowaf di sunatkan sholat di belakang makam ibrahim kemudian menuju pesain sambil minum air zam zam di teruskan SA'I di mulai dari SHAWA berakhir di MARWA selama 7 perjalanan setelah selesai sai kemudian mencukur rambut atau TAHALUL.

Usai juga melakukan umroh wajib atau thowaf qudum,artinya setelah kita bertahalul atau mencukur rambut maka segala larangan ihrom sudah bisa jalankan kembali atau berpakean biasa kembali sambil menunggu datangnya waktu haji maka inilah yang di namakan HAJI TAMATU' yaitu umroh dulu baru haji dan kita diwajibkan membayar DAM berupa menyembelih kambing 1 ekor.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]
Terjemah hadits :
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya .
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)
Pelajaran:
1.     Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah.
2.     Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat didalamnya.
3.     Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman.
4.     Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat.
5.     Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia