Entri Populer

Rabu, 22 Februari 2012

goa tsur di mekkah

gua tsur dari jauh

KISAH RASULULLAH KE GUA TSUR

Aisyah bercerita ; Kemudian berangkatlah Rasulullah dan Abu Bakar ke gua Tsur, disana mereka bersembunyi sampai 3 malam.
Gua Tsur berada di gunung Mekkah. Dinamakan gua Tsur karena ditemukan oleh orang yang bernama Tsur bin Abdu Mapah.
Diriwayatkan ; keduanya keluar dari buah kayu, yakni perkakas pintu kecil pintu rumah Abu Bakar. Mereka menuju gua selalu dimalam hari.
Diriwayatkan ; Sesungguhnya Abu Jahal pernah berpapasan dengan mereka saat berlalu. Kata asma' binti Abu Bakar; Abu Bakar pergi dengan membawa hartanya 5.000 dinar.
Orang-orang Quraisy merasa kehilangan Nabi Muhammad saw, mereka mencari disekitar Mekkah wilayah dataran tinggi atau rendah. Orang dari berbagai sudut. Orang yang pergi ke gua Tsur jejaknya pasti disana. Mereka tak henti-hentinya melacak, namun jejak itu hilang belum sampai ke gua Tsur. Orang-orang Quraisy amat berat kehilangan Nabi saw, dan mereka berjanji menghadiahkan 100 unta bila berhasil megembalikan Nabi Muhammad.
Diriwayatkan; Sesungguhnya ketika beliau saw masuk ke gua bersama Abu Bakar, Allah menumbuhkan pohon Roah yang terkenal dengan sebutan pohon Ummi Ghoilan. Pohon itu tumbuh dan menghalangi orang-orang kafir melihat gua. Kemudian Allah 'Azza Wa Jalla memerintahkan laba-laba untuk membuat rumah didepan gua, lalu mengutus dua ekor merpati liar untuk siggah dan membuat sarang dipintu gua. Ini merupakan upaya penghalang orang-orang kafir terhadap beliau saw. Dan dikatakan bahwa merpati-merpati di Tanah Haram ini, adalah keturunan dari dua merpati tersebut setelah berhasil menjaga Rasulullah saw. dan Abu Bakar. Lalu keturunan mereka dipelihara di Tanah Haram tanpa ada yang mengganggu.

Datanglah para pemuda Quraisy dari tiap marga dengan membawa tongkat, pentung, dan pedang. Sebagian mereka melihat gua, mereka melihat ada dua sarang merpati di luar mulut gua, diapun kembali kepada kawan-kawannya. Kawan-kawannya bertanya ; "Bagaimana usaha kamu?"
"Aku melihat ada dua merpati liar, lalu aku menyimpulkan bahwa tidak mungkin ada seseorang didalamnya".
Padahal Rasulullah saw. Mendengar perbincangan mereka. Mengertilah beliau bahwa Allah telah melindunginya.

Sebagian diantara mereka ada yang berkata, :Kita masuk saja ke dalam gua itu."
Umayah bin Khalaf membantah, "Apa keperluanmu masuk gua!" Disanapun ada laba-laba yang lebih tua dari lahirnya Nabi Muhammad saw. Andaikan dia masuk tentulah telurnya pecah dan sarangnya berantakan. Cara ini lebih tajam untuk melemahkan anggapan daripada dilawan dengan tentara. Pikirkanlah.........bagaimana mungkin sebatang pohon mampu melindungi orang yang dicari dan menyesatkan yang mencari! Juga seekor laba-laba datang dan menutup pintu pencarian. Dan bagaimana upaya laba-laba menenun rumahnya sampai yang dicari (Nabi saw) menjadi kabur bagi yang mencari! Peristiwa hebat merupakan tanda-tanda kemuliaan Nabi saw. dan alangkah cantiknya gubahan Ibnu Naqib ;

"Tatkala ulat sutra memintal benang
Benang itu amat indah untuk dipakai segala sesuatu
Namun laba-laba lebih mulia, karena upaya memintal diatas kepala Nabi saw."

 Diriwayatkan oleh imam Syaikhani, melalui Annas ra. katanya ; "Abu Bakar berkata kepadaku ; 'Aku berkata kepada Nabi saw ketika kami di gua ; andaikan seseorang diantara mereka melihat telapak kakimu, tentu mereka melihat kita. Sabda Nabi saw ; 'Apa perkiraanmu tentang nasib dua orang yang ketiganya adalah Allah!' "
Sebagian ulama menerangkan ; sesungguhnya Abu Bakar mengucapkan itu, Nabi saw bersabda ; "Andaikan mereka datang ke sini, pasti kita akan pergi kesana."
Lalu Abu Bakar melihat ada bagian yang terbuka, tiba-tiba terlihat laut lepas yang tersambung dengan gua, dimana disana sudah ada perahu yang terikat dengan gua.

Dari Hasan Al Bishri ; "Sesungguhnya malam itu Abu Bakar ra. berangkat bersama Nabi saw. ke gua. Kadang ia berjalan didepan beliau saw. kadang-kadang dibelakangnya. Beliau saw bertanya ; 'Kalau aku yang teringat, aku yang mencari jalan dan harus di depan, tetapi kalau aku tidak ingat, akupun harus dibelakangmu.'"

Beliau saw. bersabda ; "Andaikan terjadi sesuatu, apakah engkau lebih senang dibunuh untuk melindungi aku?!"

"Benar." Jawab Abu Bakar ra. "Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan haq!" Dan ketika mereka sampai di gua Abu Bakar berkata ; "Ya Rasul. tunggu dulu, kubersihkan dulu gua ini untukmu." Iapun lantas membersihkan dengan meraba-rabakan tangannya. Kalau ia melihat ada batu, ia menyobek pakaiannya untuk menutupi batu itu, sampai habis pakaiannya ternyata masih ada batu yang terlihat. Kemudian ia meletakkan tumitnya untuk menutupi batu itu agar tidak menyakiti Rasulullah.


Peta gua Hira
Rasulullah saw. pun masuk gua, merebah dan meletakkan kepala beliau saw. dipangkuan Abu Bakar sampai , namun ibeliau saw tertidur. Tiba-tiba Abu Bakar merasakan kakinya tertancap di batu, namun ia tidak bergerak agar Nabi saw. tidak terbangun. Karena (menahan sakit) mata Abu Bakar berlinang menangis, dan air mata itu menggulir mengenai wajah Rasulullah saw. beliau bertanya ; "Ada apa wahai Abu Bakar?" sabda Rasulullah saw. "Ketika tertancap batu, ya Rasul." Jawab Abu Bakar." Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu."

Kemudian Rasulullah saw meniup (kaki) Abu Bakar untuk menghilangkan rasa sakit.

Alangkah indahnya  bait hasan bin Tsabit ra ;

"Orang kedua dari dua orang yang berada di gua ;
Saat musuh mengelilingi dan naik gunung.
Namun cinta terhadap Rasulullah membuat ia mengerti ; mengerti kalau ia tidak bisa diganti oleh makhluk apapun."

Rasulullah saw keluar dari Mekkah hari Kamis, dan keluar dari gua hari Senin, artinya dalam gua selama 3 hari. Kejadian ini tepat awal bulan Rabi`ul awal. Dan beliau saw masuk ke Mekkah hari setelah 12 hari tepat hari Jum`at


عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ : فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَةَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ  ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً “
[رواه البخاري ومسلم في صحيحهما بهذه الحروف]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sebagaimana dia riwayatkan dari Rabbnya Yang Maha Suci dan Maha Tinggi : Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang ingin melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan.
(Riwayat Bukhori dan Muslim dalam kedua shahihnya dengan redaksi ini).
Pelajaran.
1.     Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman sangat luas dan ampunannya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas.
2.     Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak diperhitungkan dan dipaksa menunaikannya.
3.     Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktik.
4.     Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah tersedia.
5.     Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan ganjaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar